| Alaaeddine Ajaraie bersama Persija Jakarta pada duel lawan Borneo FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan |
SCORELINE - Hasil imbang 2-2 saat menjamu Borneo FC di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3), meninggalkan luka bagi Persija Jakarta. Meski sempat dua kali memimpin lewat gol Gustavo Almeida (46') dan Fabio Calonego (74'), Macan Kemayoran dipaksa berbagi poin akibat gol telat Ikhsan Nul Zikrak di masa injury time.
Pasca laga, pelatih Persija, Mauricio Souza, membongkar sejumlah masalah yang membuat timnya gagal mengunci kemenangan.
Efisiensi Peluang yang Buruk
Souza menyayangkan kegagalan anak asuhnya dalam memaksimalkan dominasi di babak pertama. Ia mencatat setidaknya ada empat peluang bersih yang seharusnya berbuah gol, termasuk skema bola mati dan peluang emas dari Alaaeddine Ajaraie. "Dalam pertandingan level tinggi seperti ini, kita tidak boleh membuang peluang sebanyak itu. Setiap detail penyelesaian akhir berdampak langsung pada hasil," tegas Souza.
Penyakit "Berhenti Bermain" Setelah Unggul
Hal yang paling mengganjal bagi Souza adalah perubahan mentalitas timnya setiap kali berhasil mencetak gol. Alih-alih menjaga momentum untuk menambah pundi gol, Persija justru kehilangan ritme dan kendali permainan.
"Saya tidak tahu mengapa, tapi tim kami seolah berhenti bermain setelah mencetak gol. Kami kehilangan fokus, pertahanan kami melonggar, dan akhirnya mereka (Borneo FC) bisa mencetak gol dari tengah kotak penalti yang tidak terjaga," tambahnya dengan nada kecewa.
Persaingan Papan Atas Kian Sengit
Hanya mendapat satu poin membuat posisi Persija di peringkat kedua klasemen sementara kini terancam. Dengan koleksi 51 poin, mereka hanya terpaut satu angka dari Borneo FC yang mengintai di posisi ketiga dengan 50 poin (dan masih menyimpan satu laga sisa).
Poin Evaluasi Mauricio Souza
| Masalah Utama | Detail Analisis |
| Finishing | Gagal memanfaatkan 4 peluang emas di babak pertama (termasuk corner). |
| Mentalitas | Tim cenderung menurunkan intensitas serangan setelah berada dalam posisi unggul. |
| Organisasi Pertahanan | Hilangnya koordinasi di jantung pertahanan saat masa injury time. |
| Transisi | Kehilangan ritme permainan di babak kedua yang membuat Borneo FC leluasa menyerang. |
Sudut Pandang Scoreline
Masalah yang disorot Mauricio Souza adalah "penyakit lama" yang sering menghantui tim-tim besar: kepuasan dini. Secara taktik, Persija sebenarnya sudah mampu membongkar pertahanan Borneo FC, namun kegagalan menjaga intensitas permainan (sustained intensity) menjadi titik lemah. Souza benar-benar merasa "merugi" karena secara statistik mereka dominan, namun secara mental mereka kalah dalam adu daya tahan fokus di menit-menit akhir. Jika tidak segera diperbaiki, Persija akan sulit bersaing dengan Persib dalam perebutan gelar juara jika terus "sedekah" poin di detik-detik terakhir.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar