| Liga Inggris antara Wolverhampton vs Liverpool di Molineux Stadium, 4 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland |
SCORELINE - Liverpool seolah belum lepas dari kutukan menit akhir. Bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-29 Liga Inggris 2025/2026, Rabu (04/03/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Arne Slot harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 lewat drama yang menyakitkan di masa injury time.
Padahal, The Reds datang dengan kepercayaan diri tinggi usai melumat West Ham 5-2 pekan lalu. Namun, menghadapi tim juru kunci di Molineux justru menjadi panggung kerapuhan mental sang raksasa.
Jalannya Laga: Trivela Salah yang Sia-sia
Tuan rumah mengejutkan Liverpool pada menit ke-78. Rodrigo Gomes berhasil menempatkan bola melewati jangkauan Alisson Becker untuk membawa Wolves unggul. Harapan sempat muncul saat Mohamed Salah mencetak gol balasan spektakuler lewat tendangan trivela khasnya di menit ke-83.
Namun, fokus Liverpool kembali buyar saat laga memasuki detik-detik akhir. Pada menit ke-90+4, sepakan Andre dari luar kotak penalti membentur Joe Gomez yang membuat arah bola berbelok dan mengecoh Alisson. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Rekor Kelam: Raja Kebobolan Menit Akhir
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan penegasan rekor buruk. Musim ini, Liverpool telah kebobolan gol kemenangan di menit 90+ sebanyak lima kali—jumlah terbanyak yang pernah dialami sebuah tim dalam satu musim sejarah Premier League.
Sebelum drama di Molineux, Liverpool sudah lebih dulu "dirampok" di menit akhir oleh:
Crystal Palace (Sept 2025): Gol Eddie Nketiah (90+7').
Chelsea (Okt 2025): Gol Estevao (90+6').
Bournemouth (Jan 2026): Gol Amine Adli (90+5').
Manchester City (Feb 2026): Penalti Erling Haaland (90+3').
Keluhan Arne Slot: Tumpul di Permainan Terbuka Manajer Arne Slot mengakui timnya sedang mengalami masalah identitas. Meskipun mendominasi penguasaan bola, Liverpool terlihat kesulitan menciptakan peluang bersih dari situasi open play.
"Ini cerita yang sama berulang kali," keluh Slot dalam sesi konferensi pers usai laga. Ia menekankan bahwa ketergantungan pada bola mati (set piece) menjadi bumerang ketika lini depan gagal mengonversi peluang dari skema permainan mengalir.
📊 Sudut Pandang Scoreline
Kekalahan ini adalah sinyal bahaya bagi manajemen Liverpool. Menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Inggris yang membiarkan tim zona degradasi mencetak gol kemenangan di masa injury time (sebagai juara bertahan) menunjukkan ada masalah serius pada kedalaman fokus dan fisik pemain.
Arne Slot perlu segera membenahi cara timnya mengelola sisa waktu 10 menit terakhir. Jika tidak, dominasi penguasaan bola yang ia agungkan hanya akan menjadi statistik tanpa arti, sementara rival-rivalnya terus memanen poin dari kelengahan "menit berdarah" The Reds.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar