-->

Terhukum Seumur Hidup! Pemain Liga 4 Jatim Diganjar Sanksi Berat Akibat Aksi Tendangan Kungfu di Lapangan

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). (c) bolanet

 

SCORELINE303 - Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur memberikan keputusan tegas terkait insiden kekerasan yang terjadi di lapangan dalam pertandingan Liga 4 Jatim.

Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain dari Putra Jaya Pasuruan, dijatuhi sanksi larangan seumur hidup untuk terlibat dalam dunia sepak bola. Keputusan ini diambil setelah aksinya yang brutal terhadap pemain lawan dalam laga Liga 4 Jatim.

Peristiwa ini terjadi dalam laga babak 32 besar Grup C Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026, yang mempertemukan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin (5/1) menjadi sorotan setelah Hilmi Gimnastiar melakukan pelanggaran berat berupa tendangan kungfu ke bagian dada pemain lawan, Firman Nugraha Ardhiansyah.

Akibat tendangan tersebut, Firman menderita cedera parah. Komdis PSSI Jawa Timur menilai tindakan ini tidak hanya sebagai pelanggaran biasa, melainkan sebagai bentuk kekerasan yang merusak nilai sportivitas dalam sepak bola.


Pelanggaran Kode Disiplin dan Denda Finansial

Unggahan PS Putra Jaya Pasuruan terkait surat sanksi dari Komite Disiplin PSSI tertuju Muhammad Hilmi Gimnastiar (c) Official Instagram

Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, menyampaikan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, tindakan Hilmi terbukti melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI.

Selain dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup, Hilmi juga dikenakan denda administratif sebesar Rp2,5 juta sesuai dengan ketentuan Pasal 78.

"Menendang pemain lawan hingga menyebabkan luka parah jelas merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat," ujar Makin Rahmat saat dikonfirmasi pada Selasa (6/1).

Pesan Keras: Sepak Bola Bukan Bela Diri

Sanksi tegas ini diterapkan untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi integritas sepak bola Jawa Timur. PSSI bertujuan agar setiap pemain selalu mengutamakan keselamatan dan menghormati lawan di lapangan.

"Hukuman ini kami berikan agar tidak ada pemain lain yang meremehkan dengan melakukan tindakan serupa. Sepak bola itu olahraga, bukan bela diri," tambah Makin Rahmat.

Meski keputusan ini tergolong sangat berat, PSSI Jawa Timur mengonfirmasi bahwa Hilmi Gimnastiar masih memiliki hak untuk mengajukan banding. Proses banding tetap dapat dilakukan sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam Kode Disiplin PSSI.




Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar