| Penyerang Arsenal, Gabriel Jesus (dua dari kiri) merayakan golnya ke gawang Inter Milan bersama rekan setimnya di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno |
SCORELINE - Arsenal mengirim pesan keras dari Italia. Bertandang ke markas Inter Milan, The Gunners tampil tanpa rasa gentar dan pulang membawa kemenangan meyakinkan 3-1 dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Hasil ini bukan sekadar tiga poin. Arsenal sukses memperpanjang catatan sempurna mereka di Eropa musim ini sekaligus mematahkan dominasi Inter, yang berstatus pemuncak klasemen sementara Serie A. Giuseppe Meazza yang biasanya angker berubah menjadi panggung unjuk mental tim tamu.
Mikel Arteta tak menutupi rasa puasnya usai laga. Sang manajer memuji keberanian dan kedewasaan permainan anak asuhnya saat menghadapi tekanan besar di level tertinggi kompetisi Eropa.
Menurut Arteta, Arsenal menunjukkan kontrol emosi yang impresif. Intensitas dijaga tanpa kehilangan disiplin, sementara agresivitas disalurkan secara efektif sepanjang pertandingan—sebuah cerminan kematangan tim yang siap bersaing dengan siapa pun.
Nyali Besar di Panggung Eropa
| Pemain Arsenal, Gabriel Jesus, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno |
Bermain di kandang Inter Milan jelas bukan tugas ringan. Tekanan tribun, kualitas lawan, dan atmosfer Liga Champions menuntut lebih dari sekadar teknik. Arsenal menjawab semua itu dengan satu hal utama: keberanian.
Mikel Arteta mengaku terkesan dengan respons anak asuhnya di laga krusial tersebut. Ia menyebut penampilan Arsenal sebagai cerminan karakter tim yang tak gentar menghadapi tantangan besar.
“Saya sangat senang dan sangat bangga dengan para pemain,” ujar Arteta seusai pertandingan.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, kemenangan ini lahir dari performa yang nyaris tanpa cela. Setiap detail dijalankan dengan disiplin tinggi, mulai dari bertahan hingga menyerang, demi membuka peluang meraih hasil maksimal.
“Kami berbicara sebelum laga tentang melakukan sesuatu yang istimewa malam ini. Untuk itu, dibutuhkan penampilan yang benar-benar komplet,” lanjutnya.
Arteta menegaskan, faktor pembeda utama dalam duel taktis melawan Inter adalah mentalitas. Tanpa keberanian dan keyakinan penuh, mustahil menundukkan tim sekelas Nerazzurri di kandangnya sendiri.
“Keberanian dan kepercayaan diri itu wajib. Jika Anda ingin benar-benar membantu tim ini, mentalitas seperti itu harus selalu ada,” tegas Arteta.
Masterclass Cristhian Mosquera
| Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Luca Bruno |
Performa Arsenal di Giuseppe Meazza juga diwarnai kisah spesial dari Cristhian Mosquera. Bek muda asal Spanyol itu mencuri perhatian setelah tampil solid, meski baru saja pulih dari cedera.
Mosquera sebenarnya diperkirakan masih membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke lapangan. Namun, berkat kerja keras pribadi dan dukungan tim medis, ia mampu mempercepat proses pemulihannya dan langsung dipercaya tampil sejak menit awal.
Keputusan tersebut terbayar lunas. Selama 75 menit berada di lapangan, Mosquera tampil tenang dan disiplin dalam meredam ancaman duet Marcus Thuram dan Pio Esposito, dua penyerang yang dikenal merepotkan.
“Dia benar-benar luar biasa,” kata Mikel Arteta dengan nada puas.
“Seharusnya dia baru bisa kembali dua minggu lagi. Staf dan dia sendiri melakukan pekerjaan yang fantastis agar bisa siap lebih cepat,” lanjutnya.
Arteta menilai laga ini menjadi ujian besar bagi Mosquera, mengingat atmosfer Liga Champions dan kualitas lawan yang dihadapi. Namun sang bek muda justru tampil tanpa rasa takut.
“Bermain di pertandingan pertama Liga Champions pada level seperti ini adalah tantangan besar. Dan menurut saya, dia menjalaninya dengan sangat hebat malam ini,” tutup Arteta.
Fokus Alihkan ke Manchester United
Kemenangan di markas Inter membawa Arsenal mencatatkan tujuh kemenangan beruntun di Liga Champions, sebuah pencapaian bersejarah bagi klub London Utara. Konsistensi The Gunners di Eropa musim ini pun mendapat sorotan luas.
Namun, Mikel Arteta memilih tak larut dalam euforia. Pelatih berusia 42 tahun itu langsung mengalihkan perhatian ke tantangan besar berikutnya di Premier League: duel klasik melawan Manchester United.
“Menang tujuh kali berturut-turut itu tidak mudah,” ujar Arteta. “Ini menunjukkan konsistensi dan rasa lapar tim untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh.”
Arteta menekankan pentingnya menjaga momentum tanpa kehilangan fokus. Menurutnya, performa impresif di Eropa harus menjadi modal, bukan beban, jelang laga domestik.
“Kita nikmati malam ini, lalu bersiap untuk pertandingan besar hari Minggu melawan United. Setelah itu baru kami pikirkan hal lainnya,” tutupnya.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar