-->

Mental Baja Federico Barba: Defisit Tiga Gol Bukan Akhir Segalanya Bagi Maung Bandung!

Pemain Persib Bandung merayakan gol Thom Haye ke gawang Malut United pada pekan ke-20 BRI Super League (c) Dok. Persib

 SCORELINE - Persib Bandung menghadapi tembok raksasa dalam lanjutan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2. Tertinggal agregat 0-3 dari wakil Thailand, Ratchaburi FC, tidak membuat nyali skuad Pangeran Biru menciut. Sebaliknya, bek asing tangguh Federico Barba justru mengirimkan sinyal perlawanan sengit.

Pantang Menyerah di Hadapan Bobotoh 

Menghadapi laga hidup mati di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026), Barba mengakui bahwa membalikkan keadaan bukanlah perkara mudah. Namun, pemain asal Italia tersebut menegaskan bahwa ruang ganti Persib masih dipenuhi rasa optimisme tinggi.

"Kami tahu hasil di leg pertama sangat berat, tapi seperti yang pelatih katakan, kami harus tetap percaya pada kemampuan diri sendiri. Motivasi tim saat ini sangat besar," ungkap Barba melalui kanal resmi klub.

Baca Juga : Drama Montilivi: Barca Kalah Tragis, Real Madrid Resmi Pimpin Klasemen Liga Spanyol

Baca Juga : Pecahkan Rekor Gaji Klub: Bukayo Saka Ikat Komitmen Jangka Panjang Bersama Arsenal.

Belajar dari Luka di Leg Pertama 

Evaluasi total telah dilakukan tim pelatih dan pemain. Barba tidak menampik adanya kelengahan di pertemuan pertama, namun ia menyoroti fakta bahwa Persib sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang berbahaya. Efektivitas di depan gawang menjadi kunci yang kini sedang diasah tajam.

"Kami melakukan kesalahan, itu pasti. Tapi kami juga punya banyak peluang untuk mencetak gol di sana. Kami sudah mengevaluasi itu semua untuk tampil lebih klinis," tambahnya.

Tuah GBLA sebagai Pemutus Rantai Kekalahan 

Bagi Barba, bermain di Bandung adalah keuntungan besar yang tidak dimiliki lawan. Ia berharap atmosfer GBLA yang membara bisa meruntuhkan mental pemain Ratchaburi sejak menit awal.

"Di kandang, kami sangat kuat. Inilah saatnya kami menunjukkan kekuatan itu. Kami akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan laga dan memastikan langkah ke babak berikutnya," tegas bek bernomor punggung 2 tersebut.


Sudut Pandang Scoreline

Secara statistik, mengejar tiga gol tanpa balas di level Asia adalah tantangan kelas berat. Namun, pernyataan Federico Barba menunjukkan bahwa mentalitas skuad asuhan Bojan Hodak tidak goyah. Kunci comeback Persib bukan hanya soal menyerang total, tapi bagaimana Barba dan kolega di lini belakang menjaga kedisplinan agar tidak kebobolan gol tandang. Jika GBLA bisa memberikan tekanan psikologis maksimal, bukan tidak mungkin keajaiban terjadi dan Ratchaburi pulang dengan tangan hampa.

Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar