Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (c) Ducati Corse

SCORELINE Berstatus sebagai juara bertahan, Marc Marquez kembali menjadi pusat perhatian jelang bergulirnya MotoGP 2026. Sukses mengunci gelar musim 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang, bintang Ducati Lenovo Team ini kini berada di ambang sejarah besar yang bisa meruntuhkan rekor para legenda balap motor dunia.

Penakluk Rekor Valentino Rossi

Kemenangan Marquez tahun lalu tidak hanya menambah koleksi trofinya, tetapi juga menempatkannya sebagai juara dunia tertua di era modern MotoGP (sejak 2002). Ia resmi melampaui rekor rival abadinya, Valentino Rossi, yang memenangi gelar musim 2009 pada usia 30 tahun. Marquez mencatatkan namanya di posisi kelima daftar juara tertua kelas premier sepanjang masa saat berusia 32 tahun 223 hari.

Menatap Gelar Ke-10 dan Rekor Mick Doohan

Memasuki musim 2026, target Marquez sudah sangat jelas: meraih gelar dunia ke-10 di semua kelas Grand Prix, sekaligus gelar ke-8 khusus di kelas MotoGP. Jika skenario ini terwujud, Marquez akan melompati Mick Doohan dan Giacomo Agostini dalam daftar juara dunia tertua kelas premier.

Ia berpeluang naik ke posisi ketiga dalam daftar tersebut, hanya berada di bawah Leslie Graham dan Phil Read. Hal ini membuktikan bahwa meskipun usia bertambah, keganasan The Baby Alien di atas Desmosedici justru semakin matang.

Daftar Juara Dunia Kelas Premier Tertua Sepanjang Sejarah

NoPembalapTahun Gelar (Kelas)Usia Juara
1Leslie Graham1949 (GP500)37 tahun, 340 hari
2Phil Read1974 (GP500)35 tahun, 208 hari
3Mick Doohan1998 (GP500)33 tahun, 122 hari
4Giacomo Agostini1975 (GP500)33 tahun, 69 hari
5Marc Marquez2025 (MotoGP)32 tahun, 223 hari
6Geoff Duke1955 (GP500)32 tahun, 137 hari
7Wayne Rainey1992 (GP500)31 tahun, 319 hari
8Eddie Lawson1989 (GP500)31 tahun, 190 hari
9Libero Liberati1957 (GP500)30 tahun, 324 hari
10Valentino Rossi2009 (MotoGP)30 tahun, 251 hari

Sudut Pandang Scoreline

Apa yang dilakukan Marc Marquez bersama Ducati adalah anomali di tengah gempuran pembalap muda. Pindah ke Ducati bukan sekadar mencari motor kompetitif, tapi upaya sadar untuk mengejar keabadian sejarah. Jika ia berhasil mematahkan rekor Doohan dan Agostini di musim 2026, perdebatan siapa Greatest of All Time (GOAT) akan semakin mengerucut pada namanya. Marquez membuktikan bahwa di MotoGP, kecepatan mungkin milik yang muda, namun kemenangan adalah milik mereka yang paling mampu beradaptasi.

Bagaimana reaksi Anda?