-->

Kisah Unik Pau Cubarsi di Barcelona: Dari Godaan Lamine Yamal Hingga Julukan 'Pegawai McDonald’s'.

Pemain Barcelona Pau Cubarsi (kanan) berebut bola dengan pemain Elche German Valera pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Elche vs Barcelona, 31 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

 SCORELINE - Pau Cubarsi menjadi simbol baru kesuksesan akademi La Masia yang mampu menembus skuat utama Barcelona dalam waktu singkat. Namun, siapa sangka kehadiran sang bek muda di tim senior sempat memicu keheranan bagi striker veteran sekelas Robert Lewandowski.

Momen Lewandowski Tak Percaya Realita 

Cubarsi mencatatkan debut profesionalnya di Copa del Rey pada Januari 2024, tepat beberapa hari sebelum usianya menginjak 17 tahun. Transisinya yang sangat cepat membuat para pemain senior terkejut. Cubarsi mengenang sebuah momen lucu saat Xavi Hernandez memberikan ucapan selamat ulang tahun di depan seluruh pemain.

"Robert Lewandowski menghampiri saya dan bertanya dengan serius, apakah saya benar-benar baru berusia 17 tahun," ungkap Cubarsi kepada L'Équipe. Penampilan tenang Cubarsi di lapangan memang jauh melampaui usianya, meski ia sendiri mengakui bahwa wajahnya masih terlihat seperti anak-anak.

Baca Juga : Misi Mustahil Setan Merah: Bajak Mac Allister dari Anfield demi Revolusi Lini Tengah.

Baca Juga : Gempar! Manchester United Incar Alexis Mac Allister, Siap Dobrak Tradisi Transfer Lawas dengan Liverpool.

Duel Lawan Lamine Yamal di Sesi Latihan 

Kehadiran Cubarsi tak lepas dari rekannya sesama pemain muda, Lamine Yamal. Cubarsi mengakui bahwa menghadapi Yamal dalam sesi satu lawan satu adalah mimpi buruk bagi bek mana pun. Ia bahkan pernah dibuat terpeleset hingga jatuh saat mencoba mengawal Yamal.

"Lamine menggoda saya sepanjang pekan karena kejadian itu. Tapi bagi saya, selama tembakannya tidak masuk gol, itu bukan masalah besar bagi seorang bek," canda Cubarsi sembari memuji dampak instan yang diberikan Yamal bagi tim.

Julukan Kocak di Ruang Ganti 

Kehangatan skuat Blaugrana juga terlihat dari candaan yang diterima Cubarsi setelah mengalami cedera wajah dalam laga Liga Champions melawan Red Star Belgrade di akhir 2024. Untuk bisa tetap bermain melawan Real Sociedad, Cubarsi harus mengenakan helm pelindung khusus.

Bukannya merasa kasihan, rekan-rekannya justru memberikan julukan unik. "Mereka memanggil saya 'Pelayan McDonald's' karena helm itu membuat saya terlihat seperti pegawai restoran cepat saji. Tapi itu menunjukkan betapa santainya suasana tim kami," tutup Cubarsi.


Sudut Pandang Scoreline

Pau Cubarsi bukan sekadar pemain muda yang beruntung; ia adalah bukti bahwa kedewasaan bermain tidak selalu sejalan dengan usia biologis. Reaksi Lewandowski menunjukkan betapa tinggi standar permainan yang ditampilkan Cubarsi hingga sang striker kawakan pun meragukan usianya. Dinamika ruang ganti yang penuh canda, mulai dari godaan Yamal hingga julukan 'pelayan McD', justru menjadi fondasi mental yang kuat bagi para pemain muda Barcelona untuk tetap rendah hati dan menyatu dengan para senior di tengah tekanan besar Liga Spanyol.

Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar