-->

Cetak Sejarah di Coppa Italia, Proyek Ambisius Fabregas di Como Kini Tak Terbendung

Selebrasi pemain Como, Maximo Perrone bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Pisa, 6 Januari 2026. (c) Alessandro La Rocca/LaPresse via AP

 SCORELINE - Stadion Diego Armando Maradona menjadi saksi bisu lahirnya kekuatan baru di sepak bola Italia. Como 1907, di bawah nakhoda cerdas Cesc Fabregas, sukses menyingkirkan juara bertahan Serie A, Napoli, melalui drama adu penalti 7–6. Kemenangan ini membawa klub berjuluk I Lariani ke semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya sejak tahun 1986.

Sinergi Legenda dan Investasi Indonesia

Kebangkitan Como bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah hasil perpaduan visi teknis Fabregas dan stabilitas finansial dari Hartono Bersaudara (Grup Djarum). Sebagai investor, pengusaha asal Indonesia ini memberikan pondasi kuat bagi Fabregas untuk membangun tim dari Serie B hingga menjadi penantang serius di kasta tertinggi.

Baca Juga : Inter Milan Mode Monster! 5 Pemain Berbeda Cetak Gol, Cristian Chivu Siapkan Skuat Hadapi Jadwal Neraka.

Baca Juga : Analisis Vincenzo Montella: Membedah Kemiripan Kenan Yildiz dengan Alessandro Del Piero

Evolusi Karier: Dari Lapangan ke Kursi Pelatih

Pelatih Como, Cesc Fabregas. (c) Fabrizio Corradetti/LaPresse via AP

Perjalanan Fabregas melatih Como berlangsung sangat impresif:

Awal Mula: Memulai dari tim muda pada 2023, Fabregas dengan cepat naik menjadi pelatih interim dan membawa tim melesat dari posisi ke-7 hingga mengamankan tiket promosi otomatis sebagai runner-up Serie B 2024.

Ujian Berat: Awal kariernya sebagai pelatih tetap sempat diragukan usai kalah telak 0-3 dari Juventus di pekan perdana musim lalu.

Titik Balik: Momentum berubah saat Como menumbangkan Atalanta 3-2. Sejak itu, Como mencatatkan rekor enam kemenangan beruntun dan mengakhiri musim di peringkat ke-10—posisi terbaik mereka dalam hampir empat dekade.

Menembus Elit Serie A 2025/2026

Memasuki musim ini, tuah Fabregas semakin terasa. Pada Oktober 2025, ia mematahkan kutukan 73 tahun dengan mengalahkan Juventus 2-0. Hingga pekan ke-24 musim 2025/2026, Como secara mengejutkan bertengger di peringkat keenam klasemen sementara Serie A, bersaing ketat dengan klub-klub mapan untuk zona Eropa.

Cesc Fabregas kini bukan lagi dipandang sebagai "mantan bintang Arsenal dan Barcelona" yang mencoba peruntungan melatih, melainkan sebagai salah satu taktisi muda paling progresif di Eropa.

Baca Juga : Masa Depan Christian Pulisic di AC Milan Menggantung: Raksasa Premier League Mulai Pasang Radar

Sudut Pandang Scoreline :

Keberhasilan Como adalah bukti bahwa proyek jangka panjang yang dikelola dengan waras akan membuahkan hasil. Fabregas berhasil menanamkan mentalitas juara kepada skuad yang mayoritas adalah pemain semenjana.

Secara taktik, Fabregas menunjukkan fleksibilitas luar biasa; ia tidak kaku pada satu formasi, melainkan fokus pada penguasaan ruang dan transisi cepat. Keberhasilan menahan imbang Napoli hingga menang adu penalti menunjukkan bahwa Como memiliki kedalaman skuad dan ketenangan mental yang setara dengan tim-tim besar. Jika konsistensi ini terjaga, Como bukan hanya sekadar "tim kuda hitam", melainkan kandidat kuat penghuni tetap papan atas Serie A di masa depan.

Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar