| Lautaro Martinez dalam laga Sassuolo vs Inter Milan di Liga Italia, Senin (9/2/2026). (c) La Presse via AP Photo/Spada |
SCORELINE - Inter Milan mengirimkan sinyal bahaya bagi para pesaingnya di Serie A. Dalam laga yang berlangsung dominan di Mapei Stadium, Minggu (8/2/2026), armada asuhan Cristian Chivu melumat tuan rumah Sassuolo dengan skor telak 5-0. Hasil ini membuat Nerazzurri kokoh di puncak dengan keunggulan delapan poin.
Pesta gol Inter lahir dari kolektivitas luar biasa. Lima pemain berbeda mencatatkan nama di papan skor: Yann Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martinez, Manuel Akanji, hingga Luis Henrique. Namun, malam itu sepenuhnya menjadi milik sang kapten, Lautaro Martinez.
Sejajar dengan Boninsegna: Lautaro Tulis Ulang Sejarah
Satu gol yang disarangkan "El Toro" ke gawang Sassuolo bukan sekadar pelengkap pesta. Itu adalah gol ke-171 Lautaro untuk Inter, yang membawanya masuk ke jajaran tiga besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, sejajar dengan legenda Roberto Boninsegna.
"Ini sangat berarti bagi perjalanan karier saya. Namun, yang paling penting adalah tujuan kolektif kami tetap terjaga," ujar Lautaro dengan rendah hati kepada DAZN. Kini, hanya Giuseppe Meazza dan Alessandro Altobelli yang berdiri di hadapannya dalam daftar elite tersebut.
Efek Dimarco: Raja Assist dari Sisi Kiri
Selain Lautaro, pujian setinggi langit layak diberikan kepada Federico Dimarco. Bek sayap asli Italia ini tampil seperti playmaker dari lini belakang. Dengan tambahan kontribusinya semalam, Dimarco kini mengoleksi 11 assist musim ini—angka yang belum bisa didekati oleh bek mana pun di Serie A.
"Dia (Dimarco) berada di level yang berbeda. Saat ini, dialah yang menentukan hasil pertandingan bagi kami," puji Lautaro mengenai performa impresif rekannya tersebut.
Menatap Februari Kelabu
Meski menang besar, Inter tidak boleh larut dalam euforia. Bulan Februari telah menanti dengan serangkaian laga berat yang dijuluki "jadwal neraka". Inter dijadwalkan akan melakoni Derby d'Italia melawan Juventus, Derby della Madonnina kontra AC Milan, serta tantangan di kancah Eropa melawan Bodo/Glimt.
Lautaro mengingatkan timnya untuk tetap membumi. "Kami harus memperbaiki detail kecil. Bulan ini akan sangat menentukan, dan kami harus menjaga kepala tetap tegak," tutup sang kapten.
Sudut Pandang SCORELINE
Analisis SCORELINE: Apa yang ditunjukkan Inter saat ini adalah bukti kematangan taktik Cristian Chivu. Mencetak lima gol dari lima pencetak gol berbeda menunjukkan bahwa Inter tidak lagi bergantung pada satu sosok. Namun, kehadiran Lautaro sebagai pemimpin moral dan Dimarco sebagai motor serangan memberikan Inter dimensi yang sulit dibaca lawan. Ujian sesungguhnya adalah konsistensi di bulan Februari; jika mereka menyapu bersih laga derby, Scudetto musim ini bisa dibilang sudah selesai lebih awal.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar