-->

La Masia Jadi 'Sapi Perah'? Barcelona Raup Rp892 Miliar, Hansi Flick Malah Gigit Jari Kehilangan Wonderkid!


Fermin Lopez merayakan gol kedua timnya dalam laga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona di Fortuna Arena, 22 Januari 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

 SCORELINE – Filosofi legendaris La Masia kini tampaknya mulai bergeser fungsi. Bukan lagi sekadar pabrik talenta untuk tim utama, akademi kebanggaan Barcelona ini resmi bertransformasi menjadi mesin uang yang menyelamatkan nyawa finansial klub. Sejak tahun 2024, Blaugrana tercatat sukses meraup pendapatan fantastis lebih dari €52,5 juta (sekitar Rp892,5 miliar) hanya dari penjualan pemain muda!

Namun, kesuksesan finansial ini harus dibayar mahal dengan rasa kecewa di jajaran pelatih. Hansi Flick dikabarkan sangat terpukul setelah pihak klub merestui kepergian Dro Fernandez ke PSG. Dro, yang digadang-gadang sebagai masa depan lini tengah Barca, memilih hengkang demi tantangan baru, sekaligus memberi suntikan dana segar sebesar €8,2 juta (Rp139,4 miliar) ke kas klub.

👉Fermin Lopez Pilih Setia di Barcelona: Tolak Ambisi Pribadi Demi Kejayaan Blaugrana!

👉Transformasi Eric Garcia di Barcelona: Dari Opsi Hengkang ke Pilar Utama


Daftar 'Tumbal' Ekonomi Barcelona 

Pemain Arsenal, Gabriel (kanan), dan pemain Chelsea, Marc Guiu, berebut bola dalam pertandingan leg pertama semifinal Carabao Cup, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Kepergian Dro menambah panjang daftar talenta La Masia yang dikorbankan demi menyeimbangkan neraca keuangan. Berikut adalah deretan penjualan tertinggi sejak 2024:

  1. Mika Faye (€10,3 juta ke Stade Rennais)

  2. Chadi Riad (€9 juta ke Real Betis)

  3. Dro Fernandez (€8,2 juta ke PSG)

Tak berhenti di situ, nama-nama potensial seperti Marc Guiu, Alex Valle, hingga Unai Hernandez juga ikut dilepas demi menjaga angka di buku kas tetap biru. Bahkan, pemain muda seperti Andres Cuenca kini santer dikabarkan sedang dinegosiasikan dengan klub Serie A, Como.

Antara Filosofi dan Realita 

Pedro Fernandez saat masih bermain untuk Barcelona (c) Official X Barcelona

Bagi manajemen Barcelona, ini adalah jalan paling realistis untuk mematuhi regulasi finansial. Namun bagi fans dan staf pelatih, ini adalah dilema besar. La Masia tetap melahirkan pemain kelas dunia, tapi pertanyaannya: berapa banyak lagi "permata" yang harus dijual sebelum Barcelona benar-benar pulih secara ekonomi?

La Masia kini bukan sekadar simbol gaya main Tiki-taka, melainkan fondasi ekonomi utama Barcelona di tahun 2026. Bisnis yang luar biasa, tapi penuh luka bagi para pecinta talenta muda.

👉Klasemen Terbaru Liga Italia (Serie A) 2026: Inter Milan Nyaman di Puncak, Persaingan Zona Eropa Memanas!

👉Tabel Klasemen Premier League Musim 2025/2026 Terlengkap

Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar