-->

Inter Bangkit dari Ketertinggalan, Chivu Soroti Mentalitas Tim

 

Inter Bangkit dari Ketertinggalan, Chivu Soroti Mentalitas Tim
Francesco Pio Esposito merayakan gol ketiga timnya dalam laga Serie A antara Inter Milan vs Pisa di Giuseppe Meazza, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

SCORELINE - Inter Milan kembali menegaskan karakter pantang menyerah mereka di ajang Serie A. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Nerazzurri sukses mencatatkan kemenangan spektakuler 6-2 atas Pisa, meski sempat tertinggal dua gol lebih dahulu.

Tertinggal di awal laga tak membuat Inter panik. Tim asuhan Cristian Chivu justru merespons tekanan dengan permainan agresif dan terorganisir. Tekanan beruntun yang dilancarkan Inter membuahkan hasil, hingga mereka mampu membalikkan keadaan bahkan sebelum babak pertama berakhir.

Chivu menilai pertandingan tersebut sebagai ujian karakter bagi skuadnya. Menurutnya, kemenangan ini lahir bukan semata karena kualitas individu pemain, melainkan dari reaksi kolektif tim saat berada dalam situasi sulit.

Pelatih asal Rumania itu juga menyoroti momen-momen krusial di awal pertandingan yang sempat membuat Inter berada dalam posisi tertekan, sebelum akhirnya menemukan ritme dan mengendalikan jalannya laga.

Big Match hingga Laga Krusial! Jadwal Premier League 2025/2026

Arsenal Tampil Tanpa Takut di Kandang Inter Milan

Chivu Terkesan dengan Reaksi Tim

Federico Dimarco merayakan gol keempat timnya dalam laga Serie A antara Inter Milan vs Pisa di Giuseppe Meazza, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Cristian Chivu menegaskan bahwa dalam sepak bola, pertandingan belum benar-benar berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan. Keyakinan itulah yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan Inter Milan membalikkan keadaan meski sempat tertinggal.

Pelatih asal Rumania tersebut menilai reaksi para pemain menjadi faktor pembeda dalam laga tersebut. Inter tetap tenang, tidak kehilangan arah permainan, dan terus menekan Pisa dengan kualitas serta intensitas tinggi sepanjang pertandingan.

Chivu menekankan bahwa konsistensi dalam menjalankan rencana permainan membuat timnya mampu keluar dari situasi sulit.

“Sebuah pertandingan berlangsung 100 menit, dan itu bisa dibalikkan,” ujar Chivu kepada DAZN, dikutip dari FCInter1908.


Blunder Sommer dan Tanggung Jawab Pelatih

Gol pembuka Pisa bermula dari kesalahan dalam proses build-up Inter Milan. Yann Sommer kehilangan penguasaan bola di luar kotak penalti, situasi yang langsung dimanfaatkan Stefano Moreo untuk mencetak gol melalui sepakan lob jarak jauh.

Meski demikian, Cristian Chivu tidak melempar kesalahan kepada anak asuhnya. Pelatih Inter itu justru mengambil tanggung jawab penuh atas insiden tersebut, dengan menyebut kesalahan terjadi akibat instruksi yang ia berikan.

Menurut Chivu, tuntutan permainan dari lini belakang kerap menempatkan Sommer dalam posisi berisiko.

“Itu kesalahan saya karena saya yang meminta hal-hal tertentu kepada kiper. Terkadang saya menempatkan Yann dalam situasi sulit,” ujar Chivu.

Titik Balik Laga dan Pergantian Krusial

Setelah kembali kebobolan dan tertinggal dua gol, Inter Milan sempat berada dalam tekanan, termasuk dari situasi bola mati. Namun, menurut Cristian Chivu, momen tersebut justru menjadi pemantik kebangkitan timnya.

Respons cepat Inter terlihat jelas usai pergantian pemain pada menit ke-34. Federico Dimarco masuk menggantikan Luis Henrique, keputusan yang terbukti krusial. Bek sayap Italia itu langsung memberi dampak besar dan kemudian dinobatkan sebagai Man of the Match berkat kontribusi satu gol dan satu assist.

Chivu menilai gol Pisa dari situasi set piece tidak mematahkan mental timnya. Sebaliknya, Inter menunjukkan reaksi penuh karakter dengan terus menekan lawan melalui permainan berkualitas dan intensitas tinggi hingga akhirnya membalikkan keadaan.

“Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Setelah itu, kami menunjukkan kebanggaan dan terus menekan dengan kualitas serta intensitas, lalu membalikkan keadaan,” ujar Chivu.

Maung Bandung Di Atas Angin Jelang Duel Lawan PSBS Biak

Mentalitas dan Kepercayaan pada Proses

Bagi Cristian Chivu, aspek terpenting dari kemenangan dramatis Inter Milan bukan sekadar skor akhir, melainkan sikap dan mentalitas pemain saat menghadapi tekanan. Ia menilai timnya sempat berada di ambang situasi sulit, namun tetap berpegang pada rencana permainan yang telah disiapkan.

Chivu mengakui masih ada sedikit penyesalan, terutama karena gol keempat baru tercipta pada fase akhir pertandingan. Meski demikian, secara keseluruhan ia merasa puas dengan respons yang ditunjukkan para pemainnya.

Pelatih Inter itu menegaskan bahwa cara tim bereaksi dalam kondisi tertekan menjadi pembeda utama pada laga tersebut.

“Sikap adalah hal terpenting; terkadang Anda harus menderita, tetapi yang menentukan adalah bagaimana Anda bereaksi. Kami bisa saja runtuh, tetapi tim tetap melakukan hal-hal mereka,” ujar Chivu.

Pio Esposito Lagi Gacor, Chivu Pasang Badan buat Tim!

Inter sukses unggul sebelum turun minum berkat gol apik dari Pio Esposito. Ini jadi gol ketiga si pemain muda di Serie A musim ini, lho.

Pelatihnya, Cristian Chivu, bangga banget sama keberanian Pio yang nggak takut ambil tanggung jawab di lapangan. Tapi kerennya, Chivu nggak cuma pilih kasih. Dia bilang semua 25 pemainnya punya peran yang sama penting.

"Dia (Pio) emang pengen ngebuktiin diri. Tapi jujur, kalau ada yang nggak beres, itu salah saya karena kadang saya terlalu keras nuntut mereka. Saya seneng mereka percaya sama proses ini," curhat Chivu.

Rezaldi & Hamra Hehanussa Akui Banyak Pelajaran Selama Bersama Persik

Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar