| Legenda bulu tangkis Malaysia minta tunggal putra mereka banyak belajar dari Indonesia saat Alwi dan Ubed bersinar |
SCORELINE - Legenda bulu tangkis Malaysia, Rashid Sidek, mengakui bahwa kekuatan tunggal putra Malaysia masih jauh dari ekspektasi, terutama bila dibandingkan dengan Indonesia.
Dari lima sektor yang ada, tunggal putra Malaysia menjadi yang paling menurun performanya di tahun 2025.
Sektor ganda dan tunggal putri Malaysia mulai menunjukkan perkembangan positif, namun tunggal putra masih terpuruk.
Meski kedatangan Kenneth Jonassen sebagai pelatih baru diharapkan bisa memberikan perubahan, Leong Jun Hao dan Justin Hoh masih kesulitan tampil baik di berbagai turnamen.
"Secara keseluruhan, performa bulu tangkis Malaysia cukup seimbang. Beberapa sektor menunjukkan perkembangan, sementara yang lain masih kurang. Menurut saya, yang paling tidak memenuhi harapan adalah tunggal putra," ujar Rashid Sidek, seperti dikutip Scoreline dari Harian Metro.
"Semuanya baik-baik saja, bisa diterima, hanya nomor tunggal putra saja yang menjadi masalah. Melihat hasilnya, saya tidak puas," tegas mantan juara hat-trick Malaysia Open ini.
Sejak kepergian Lee Zii Jia yang memilih berkarier independen dan cedera yang mengganggu sejak akhir tahun lalu, kekuatan Malaysia di sektor tunggal putra seakan menghilang.
Meski begitu, Leong Jun Hao dan Justin Hoh beberapa kali mampu memberikan kejutan dengan penampilan yang tak terduga.Namun, kedua pemain tersebut belum mampu menunjukkan konsistensi dalam penampilan mereka.
Leong Jun Hao memang sempat mengalahkan pemain-pemain top seperti Li Shi Feng dan Jonatan Christie, namun dia kesulitan untuk menjaga momentum dalam satu pekan pertandingan.
Akibatnya, pebulu tangkis berusia 27 tahun ini belum juga merasakan gelar juara.
Di sisi lain, Justin Hoh sempat tampil gemilang dengan mencapai final Macau Open 2025. Namun, konsentrasi Justin terganggu saat melawan Alwi Farhan, dengan gangguan lapangan akibat bocornya atap. Turnamen tersebut bahkan sempat dihentikan sementara karena masalah tersebut.
Pada akhirnya, sektor tunggal putra Malaysia kembali gagal meraih gelar.Berbanding terbalik dengan Malaysia, Indonesia justru menunjukkan perkembangan pesat.
Bagaimana reaksi Anda?
1 Komentar
keren
BalasHapus