| Gelandang Newcastle, Sandro Tonali, merayakan golnya ke gawang Qarabag, Rabu (25/02/2026). (c) AP Photo/Jon Super |
SCORELINE - Babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 telah menuntaskan rangkaian laga leg pertama pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Hasil-hasil krusial tercipta, mempertegas dominasi beberapa klub sekaligus membuka peluang lebar bagi tim kejutan untuk melangkah ke perempat final.
Bodo/Glimt, wakil Norwegia, mencuri perhatian dunia setelah menghancurkan Sporting CP dengan skor telak 3-0. Sementara itu, Real Madrid tampil perkasa di Bernabeu berkat penampilan monster dari Federico Valverde. Di Paris, PSG sukses melumat Chelsea 5-2, di mana Khvicha Kvaratskhelia menjadi aktor utama meski baru masuk di babak kedua.
Baca Juga : Hujan Gol di Parc des Princes: PSG Lumat Chelsea 5-2, Satu Kaki di Perempat Final!
Berikut adalah rangkuman para pemain yang berhasil menyabet gelar individu Man of the Match (MOTM) di setiap fase kompetisi musim ini:
Rekap MOTM Babak 16 Besar (Leg 1 & 2)
| Pertandingan | Skor | Peraih Man of The Match |
| Bayer Leverkusen vs Arsenal | 1 - 1 | Robert Andrich |
| Bodo/Glimt vs Sporting CP | 3 - 0 | Sondre Brunstad Fet |
| PSG vs Chelsea | 5 - 2 | Khvicha Kvaratskhelia |
| Real Madrid vs Man City | 3 - 0 | Federico Valverde |
| Galatasaray vs Liverpool | 1 - 0 | Mario Lemina |
| Atalanta vs Bayern Munchen | 1 - 6 | Michael Olise |
| Atletico Madrid vs Tottenham | 5 - 2 | Julian Alvarez |
| Newcastle vs Barcelona | 1 - 1 | Harvey Barnes |
Highlights MOTM Fase Play-off & Grup (Pilihan)
Leg 2 Play-off: Victor Osimhen (Juventus vs Galatasaray), Sandro Tonali (Newcastle).
Matchday 7-8: Vinicius Junior (Real Madrid vs Monaco 6-1), Alexis Mac Allister (Liverpool vs Qarabag 6-0).
Matchday 1-6: Kylian Mbappe (Real Madrid), Harry Kane (Bayern Munchen), dan Marcus Thuram (Inter Milan) tercatat sebagai peraih gelar MOTM terbanyak di fase awal.
Sudut Pandang Scoreline
Musim ini Liga Champions membuktikan bahwa nama besar bukan jaminan. Munculnya nama-nama seperti Sondre Brunstad Fet (Bodo/Glimt) atau Robert Andrich (Leverkusen) sebagai MOTM menunjukkan kolektivitas taktik kini bisa meredam ego kebintangan. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Federico Valverde; mencetak hattrick di Bernabeu melawan tim sekelas Man City bukan sekadar keberuntungan, melainkan deklarasi bahwa ia adalah gelandang terbaik dunia saat ini. PSG juga diuntungkan dengan kedalaman skuad, di mana pemain cadangan seperti Kvaratskhelia bisa langsung merubah peta permainan.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar