| Erling Haaland, berlari mengejar bola dalam pertandingan Premier League melawan Newcastle, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Jon Super |
SCORELINE - Status Erling Haaland sebagai pemuncak daftar skor Premier League musim ini mulai goyah. Meski sempat tampil menggila di awal musim dengan 19 gol dari 17 laga, produktivitasnya merosot tajam sejak memasuki tahun 2026. Dalam 12 pertandingan terakhir, Haaland tercatat hanya mampu menyumbang tiga gol—sebuah angka yang jauh dari standar biasanya.
Teranyar, kegagalannya membobol gawang West Ham saat City ditahan imbang 1-1 membuat jarak dengan Arsenal kini melebar menjadi sembilan poin. Namun, Pep Guardiola menolak menyalahkan sang striker secara fisik atau mental.
Baca Juga : Hasil Serie A: Gol Tunggal Jeremy Boga Bawa Si Nyonya Tua Bungkam Udinese.
Kepungan Bek dan Posisi Paling Rumit
Pep memberikan penjelasan unik mengenai sulitnya peran Haaland saat ini. Ia menilai lawan kini memberikan perhatian yang luar biasa ketat kepada mesin golnya tersebut.
"Tahu berapa banyak bek tengah yang mengelilinginya hari ini? Rasanya seperti 200 juta bek! Lalu gelandang bertahan yang ikut menjaga? Itu adalah posisi paling sulit di planet ini," tegas Pep. Menurutnya, masalah utama bukan kelelahan, melainkan hilangnya ritme akibat penjagaan berlapis yang dilakukan tim lawan.
Eksperimen Taktik yang Belum "Klik"
Statistik menunjukkan adanya penurunan efisiensi. Dari 36 tembakan dalam 12 laga terakhir, tingkat konversi Haaland merosot hingga ke angka 8%. Analis melihat perubahan formasi menjadi salah satu penyebabnya.
Dalam 11 laga terakhir, Pep sering memasangkan Haaland dengan Omar Marmoush dalam formasi 4-3-1-2. Penumpukan striker di tengah justru memudahkan tim seperti West Ham untuk menerapkan strategi low block dengan tiga bek tengah dan tambahan gelandang bertahan, sehingga ruang gerak Haaland praktis terkunci.
Misi Mustahil di Liga Champions
Tugas berat kini menanti Pep dan Haaland. Selain harus mengejar defisit poin di liga, mereka wajib membalikkan keadaan setelah kalah agregat 0-3 dari Real Madrid di Liga Champions. Pep memastikan timnya akan memberikan segalanya demi menjaga napas di kompetisi Eropa tersebut.
Statistik Kontras Erling Haaland (Musim 2025/2026)
| Periode | Laga | Gol | Catatan |
| Awal Musim (17 Laga) | 17 | 19 | Rata-rata 1.1 gol per gim |
| Tahun 2026 (12 Laga) | 12 | 3 | Rata-rata 0.25 gol per gim |
| Efisiensi Terakhir | 36 Shot | 8% | Konversi peluang menurun drastis |
Sudut Pandang Scoreline
Masalah Haaland saat ini adalah konsekuensi dari "kesuksesannya" sendiri. Ia telah memaksa setiap pelatih di Premier League untuk membangun sistem pertahanan khusus hanya untuk menghentikannya. Namun, sudut pandang Scoreline melihat eksperimen dua striker (Haaland-Marmoush) justru menjadi bumerang bagi City. Haaland adalah predator yang butuh ruang lebar untuk berlari, bukan pemain yang harus berdesakan di kotak penalti. Jika Pep tidak segera kembali ke sistem yang memanjakan Haaland dengan umpan silang akurat, City tidak hanya akan kehilangan gelar liga, tapi juga terancam hancur di tangan Real Madrid.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar