| Pervis Estupinan (tengah), merayakan gol pembuka bersama Rafael Leao dalam laga Serie A melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Luca Bruno |
SCORELINE - AC Milan sukses menjaga asa dalam perebutan gelar juara Serie A setelah menumbangkan rival abadi mereka, Inter Milan, pada Senin (9/3) dini hari WIB. Kemenangan tipis 1-0 di San Siro ini membuat selisih poin di klasemen kini terpangkas menjadi tujuh angka saja, memanaskan kembali persaingan Scudetto.
Aksi Gemilang Pervis Estupinan
Gelar Man of the Match dalam laga panas ini layak disematkan kepada Pervis Estupinan. Bek kiri asal Ekuador tersebut tidak hanya menjadi tembok di pertahanan, tetapi juga menjadi penentu hasil akhir lewat gol tunggalnya di menit ke-35. Memanfaatkan umpan terukur dari Youssouf Fofana, Estupinan melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi oleh kiper lawan.
Statistik Bertahan yang Disiplin
Selain kontribusi gol, pemain berusia 28 tahun ini menunjukkan etos kerja luar biasa dalam menjaga area kiri Rossoneri. Sepanjang 90 menit, ia mencatatkan statistik defensif yang solid dengan 3 tekel sukses, 3 sapuan, dan 1 intersep. Berkat performa tanpa celah tersebut, ia meraih rating tertinggi sebesar 7,6 versi WhoScored, mengungguli rekan setimnya seperti Mike Maignan hingga Strahinja Pavlovic.
Baca Juga : San Siro Milik Rossoneri! Gol Tunggal Estupinan Tumbangkan Inter di Derby della Madonnina.Baca Juga : San Siro Milik Rossoneri! Gol Tunggal Estupinan Tumbangkan Inter di Derby della Madonnina.
Statistik Individu Pervis Estupinan (vs Inter)
| Kategori | Catatan |
| Gol | 1 (Menit 35') |
| Tekel Sukses | 3 |
| Sapuan (Clears) | 3 |
| Intersep | 1 |
| Rating WhoScored | 7,6 (Tertinggi di Lapangan) |
Sudut Pandang Scoreline
Pervis Estupinan adalah definisi sesungguhnya dari modern full-back. Ia mampu menyeimbangkan peran antara menyerang dan bertahan dengan sangat presisi. Keputusannya merangsek naik untuk menyambut umpan Fofana menunjukkan insting menyerang yang tajam, sementara kedisiplinannya melakukan tiga tekel sukses memastikan sisi kanan Inter tidak berkutik. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tapi pernyataan tegas dari Estupinan dan Milan bahwa perburuan gelar juara belum berakhir.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar