| Momen Asnawi Mangkualam Bahar pada laga Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 lalu. (c) Bola.net/Abdul Aziz |
SCORELINE - Kabar kurang sedap datang dari para penggawa Timnas Indonesia. Tiga pemain yang menjadi tulang punggung Skuad Garuda di era kepelatihan Shin Tae-yong (2020-2025)—Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, dan Marselino Ferdinan—kini tengah berjuang pulih setelah kompak menjalani tindakan operasi dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pratama Arhan: Absen Panjang di Thailand
Klub asal Thailand, Bangkok United, secara resmi mengonfirmasi bahwa Pratama Arhan baru saja sukses menjalani operasi meniskus pada lutut kanannya di Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit. Operasi ini dilakukan di bawah pengawasan spesialis ortopedi ternama, Assoc. Prof. Dr. Chatchai Phukanchanamorakot. Akibat cedera ini, bek kiri dengan lemparan ke dalam maut ini diperkirakan absen hingga akhir musim Thai League 1 dan dipastikan melewatkan agenda FIFA Series Maret 2026.
Baca Juga : Gantikan Vietnam! Indonesia Siap Gelar Asian Minifootball Championship 2026 di Palembang
Rentetan Operasi Marselino dan Asnawi
Sebelum Arhan, dua rekannya sudah lebih dulu naik meja bedah:
Marselino Ferdinan: Bintang AS Trencin ini harus menjalani operasi hamstring pada Desember 2025 lalu untuk memulihkan kebugarannya di Liga Slovakia.
Asnawi Mangkualam: Kapten penuh determinasi ini menjalani operasi ACL pada Januari 2026 akibat cedera parah saat membela Port FC.Ketiga pemain ini merupakan pemegang caps terbanyak di era STY, dengan Arhan mengoleksi 49 penampilan, disusul Asnawi (46 penampilan), dan Marselino (32 penampilan). Kehilangan mereka secara bersamaan tentu menjadi tantangan berat bagi regenerasi lini pertahanan dan kreativitas lini tengah Timnas Indonesia saat ini.
Data Statistik & Status Cedera
| Pemain | Klub | Jenis Cedera | Waktu Operasi | Estimasi Kembali |
| Pratama Arhan | Bangkok United | Meniskus Lutut | Maret 2026 | Akhir Musim 2026 |
| Asnawi M. | Port FC | ACL | Januari 2026 | Pemulihan Jangka Panjang |
| Marselino F. | AS Trencin | Hamstring | Desember 2025 | Tahap Rehabilitasi |
Sudut Pandang Scoreline
Situasi ini adalah alarm bahaya bagi kedalaman skuad Timnas Indonesia. Mengingat mereka bertiga adalah pemain dengan menit bermain tertinggi selama lima tahun terakhir, absennya mereka secara kolektif meninggalkan lubang besar dalam hal pengalaman internasional. Cedera meniskus Arhan dan ACL Asnawi bukanlah cedera ringan; proses rehabilitasi yang tidak sempurna bisa mengancam kecepatan dan eksplosivitas mereka di sisi sayap. Kini, beban berat ada di tangan pelatih baru untuk menemukan pelapis yang sepadan sambil berharap para "anak emas" STY ini bisa kembali ke performa terbaiknya sebelum kualifikasi turnamen besar berikutnya.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar