| Selebrasi skuad Como dalam laga versus Torino di Liga Italia, Sabtu (24/1/2026). (c) La Presse via AP Photo/Antonio Saia |
SCORELINE — Kebangkitan Como 1907 di Serie A musim 2025/2026 sukses mencuri perhatian dunia. Di bawah komando Cesc Fabregas, klub milik pengusaha Indonesia ini bertransformasi menjadi kekuatan baru yang progresif dan berani beradu taktik dengan raksasa Italia. Namun, di balik kegemilangan itu, sebuah anomali muncul: Como nyaris kehilangan identitas "Italia"-nya di lapangan hijau.
Fakta Unik: 11 Pemain, 0 Paspor Italia
Data menunjukkan fakta yang mengejutkan. Dalam dua laga krusial melawan Fiorentina (28/1) dan Atalanta (1/2), Fabregas menurunkan starting XI yang sepenuhnya diisi oleh pemain asing. Fenomena ini memicu perdebatan panas di tengah publik sepak bola Italia yang sedang berupaya melakukan regenerasi tim nasional. Berdasarkan data Transfermarkt, menit bermain pemain lokal di skuad utama Como memang sangat minim.
Alasan Fabregas: Kualitas dan Mentalitas Jadi Penghambat
Cesc Fabregas tidak tinggal diam menanggapi isu ini. Mantan bintang Barcelona itu mengakui adanya ketimpangan, namun ia memiliki alasan teknis yang kuat. Menurutnya, menemukan talenta muda Italia yang siap tempur dan sesuai dengan filosofi permainannya bukanlah perkara mudah.
"Di Italia, jika Anda memainkan pemain muda dan dia tidak langsung meyakinkan, Anda akan mengeluarkannya," ungkap Fabregas. Ia lebih memilih memberikan kesempatan beruntun kepada pemain yang ia percaya ketimbang sekadar memenuhi kuota pemain lokal namun tidak sesuai taktik.
Membangun dari Akar: Proyek Primavera 2
| Pelatih Como, Cesc Fabregas. (c) Fabrizio Corradetti/LaPresse via AP |
Meski skuad utama didominasi pemain asing, Como mengklaim sedang menyiapkan kejutan dari dalam. Fokus klub kini dialihkan ke pengembangan tim Primavera. Hasilnya luar biasa; tim U-19 Como saat ini memimpin klasemen Primavera 2 dengan catatan impresif 37 poin dari 16 laga. Ini adalah bukti bahwa Como ingin membangun inti tim berbasis pemain lokal, namun melalui jalur pembinaan, bukan sekadar beli instan.
Sudut Pandang SCORELINE
Langkah Como 1907 ini memang bak pedang bermata dua. Di satu sisi, mereka membuktikan bahwa kualitas tidak mengenal paspor; hasil konsisten di papan atas adalah buktinya. Namun, bermain di Serie A tanpa pemain Italia jelas memberikan tekanan moral tersendiri. Kami melihat Fabregas sedang melakukan "operasi senyap"—menggunakan pemain asing berpengalaman untuk mengamankan posisi di Serie A, sambil mematangkan bibit lokal di tim Primavera. Jika anak-anak muda dari Primavera 2 ini naik kelas musim depan, Como bakal punya identitas yang jauh lebih kuat: Klub milik Indonesia, dengan visi Eropa, dan bertenaga talenta lokal Italia.
Statistik Menarik Como 1907 Musim 2025/2026
| Kategori | Catatan |
| Pemain Italia di Starting XI (vs Atalanta/Fiorentina) | 0 Pemain |
| Poin Tim Primavera (U-19) | 37 Poin (Peringkat 1) |
| Agresivitas Gol Primavera | 36 Gol dalam 16 Laga |
| Status Pemilik | Grup Djarum (Indonesia) |
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar