| Vinicius Junior (kiri), merayakan gol kedua bersama rekan setimnya dalam leg kedua play-off Liga Champions kontra Benfica, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez |
SCORELINE - Real Madrid memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 setelah menumbangkan Benfica dengan skor 2-1 pada leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026). Kemenangan ini membuat agregat berakhir 3-1 untuk keunggulan Los Blancos. Di balik kesuksesan tersebut, Aurelien Tchouameni keluar sebagai pahlawan dengan gelar Man of the Match.
Aksi Krusial dan Dominasi Lini Tengah
Meskipun Benfica sempat memimpin melalui gol Rafa Silva, Madrid tidak panik. Tchouameni menjadi sosok yang membangkitkan mentalitas tuan rumah dengan mencetak gol penyeimbang di menit ke-16 melalui sepakan keras memanfaatkan umpan Federico Valverde. Setelah gol tersebut, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan anak asuh Alvaro Arbeloa hingga akhirnya Vinicius Junior mengunci kemenangan.
Baca Juga : Drama 120 Menit di Turin: Juventus Menang Laga tapi Kalah Agregat dari Galatasaray.
Baca Juga : Update Klasemen Liga Champions: Arsenal Sempurna di Puncak, Raksasa Eropa Saling Sikut!
Statistik Mengesankan Sang Gelandang
Panel Teknis UEFA memberikan nilai sempurna bagi kontribusi pemain asal Prancis tersebut. Sepanjang 90 menit, Tchouameni mencatatkan akurasi operan mencapai 94% dan menjelajahi lapangan sejauh 11,2 km. Kemampuannya dalam memutus serangan lawan terlihat dari banyaknya tekel sukses dan ball recoveries yang ia lakukan, membuat lini tengah Madrid tampil sangat stabil.
"Dia memikul tanggung jawab besar sebagai gelandang bertahan, menggunakan bola dengan efisien, dan terlibat dalam hampir semua momen penting permainan Madrid," puji perwakilan UEFA Technical Observer Group.
Statistik Individu: Aurelien Tchouameni
| Kategori Statistik | Catatan Performa |
| Gol | 1 (Menit 16') |
| Akurasi Operan | 94% |
| Jarak Tempuh | 11,2 km |
| Top Speed | 28,4 km/jam |
Susunan Pemain Utama
| Tim | Formasi | Daftar Pemain |
| Real Madrid | 4-4-2 | Courtois; Carreras, Rudiger, Asencio, Alexander-Arnold; Camavinga, Tchouameni, Arda Guler, Valverde; Vinicius Jr, Gonzalo Garcia. |
| Benfica | 4-2-3-1 | Trubin; Dahl, Araujo, Otamendi, Dedic; Rios, Barreiro; Schjelderup, Rafa, Aursnes; Pavlidis. |
Sudut Pandang Scoreline
Aurelien Tchouameni adalah definisi "modern defensive midfielder". Di bawah arahan Alvaro Arbeloa, ia tidak hanya menjadi tembok pertama sebelum pertahanan, tapi juga menjadi inisiator serangan yang mematikan. Kepergian Benfica dari kompetisi ini bukan karena kurangnya taktik Jose Mourinho, melainkan karena kegagalan mereka mematikan ruang gerak Tchouameni yang tampil sempurna tanpa celah. Dengan performa seperti ini, Real Madrid kembali menjadi favorit kuat untuk melaju jauh di Liga Champions musim ini.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar