| Benjamin Sesko merayakan gol yang dicetaknya ke gawang West Ham pada laga Premier League/Liga Inggris antara West Ham vs Man Utd, 10 Februari 2026 (c) Adam Davy/PA via AP |
Ilett memegang teguh sebuah nazar ekstrem: ia tidak akan memotong rambutnya sampai Manchester United berhasil mencatatkan lima kemenangan beruntun di Liga Inggris. Janji ini diucapkannya sejak Oktober 2024. Sejak saat itu, setiap helai rambut yang tumbuh adalah saksi bisu pasang surut performa klub kesayangannya.
Baca Juga : Babak 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Siap Hadapi Tembok Kokoh Runner-up Liga Thailand
Baca Juga : Era Baru Old Trafford: Mengapa Manchester United Mantap Melepas Marcus Rashford
Harapan yang Kandas di Tangan VAR
Di bawah kendali pelatih interim Michael Carrick, United sebenarnya tampil menjanjikan dengan mengantongi empat kemenangan beruntun. Laga melawan West Ham seharusnya menjadi panggung perayaan bagi Ilett. Antusiasme publik pun memuncak; sesi watch-along yang digelar Ilett dipadati hingga 265 ribu penonton daring yang ingin menyaksikan momen bersejarah pemotongan rambut tersebut.
Namun, drama di lapangan berkata lain. Gol Tomas Soucek di menit ke-50 sempat membungkam asa Ilett. Harapan sempat membuncah saat Casemiro mencetak gol balasan, namun intervensi VAR menganulir gol tersebut karena offside. Meski Benjamin Sesko berhasil mencetak gol di masa injury time untuk menyamakan kedudukan, skor 1-1 tak cukup untuk membawa Ilett ke kursi barber.
Konsekuensi Fisik dan Finansial
| Frank Ilett yang viral karena tak memotong rambutnya hingga United menang 5 kali beruntun. (c) Instagram @theunitedstrand |
"Banyak yang mengira saya jutawan karena ini, tapi kenyataannya tidak," ungkapnya kepada The Sun. Ia justru mengaku mulai terganggu secara fisik. "Masalah utamanya adalah pandangan saya mulai terhalang. Rambut ini benar-benar harus segera dipotong."
Mengulang dari Nol
Hasil imbang ini memaksa penghitungan kemenangan beruntun United kembali ke titik nol. Ilett kini harus menunggu setidaknya lima laga lagi untuk bisa memangkas rambut afronya. Tantangan berikutnya akan dimulai saat United bertandang ke markas Everton pada Senin mendatang.
Bagi Ilett, ini bukan lagi sekadar soal gaya rambut, melainkan ujian kesetiaan yang terus memanjang—secara harfiah.
Baca Juga : Analisis Vincenzo Montella: Membedah Kemiripan Kenan Yildiz dengan Alessandro Del Piero
Sudut Pandang SCORELINE
Kegagalan Frank Ilett untuk memotong rambut bukan sekadar cerita jenaka di media sosial, melainkan potret nyata dari inkonsistensi Manchester United yang masih menghantui, bahkan di era transisi Michael Carrick. Secara statistik, meraih lima kemenangan beruntun di Premier League adalah indikator standar klub penantang gelar. Selama United gagal memenuhi syarat "sederhana" dari nazar Ilett ini, selama itu pula mereka membuktikan bahwa mereka belum benar-benar kembali ke jajaran elit yang stabil. Rambut Ilett yang terus memanjang adalah pengingat visual bagi manajemen Setan Merah: ada janji dan ekspektasi fans yang masih menggantung tak pasti.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar