-->

Madrid dalam Tekanan! Arbeloa Pasang Badan Hadapi "Siulan" Bernabeu Usai Tragedi Liga Champions

Heorhiy Sudakov berlari membawa bola di samping Franco Mastantuono dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

 SCORELINE – Real Madrid sedang tidak baik-baik saja. Kekalahan menyakitkan 4-2 dari Benfica di Liga Champions tengah pekan lalu menyisakan luka dalam. Gol di menit ke-98 tersebut tidak hanya melempar Los Blancos ke posisi sembilan klasemen Eropa, tapi juga memicu kemarahan publik Santiago Bernabeu.

Menghadapi Rayo Vallecano akhir pekan ini di La Liga, pelatih Alvaro Arbeloa sadar betul dirinya sedang berada di bawah mikroskop. Namun, alih-alih panik menghadapi potensi protes suporter, sang pelatih justru mengajak Madridista untuk bersatu. "Bernabeu harus bersama tim. Kami butuh fans karena bersama-sama kami lebih kuat," tegas Arbeloa dalam konferensi persnya.

Rangkuman Situasi Real Madrid:

AspekStatus Terkini
PelatihAlvaro Arbeloa
Hasil TerakhirKalah 4-2 vs Benfica (UCL)
Posisi UCLPeringkat 9 (Wajib Play-off vs Benfica)
Posisi La LigaSelisih 1 Poin dari Barcelona (Puncak)
Kondisi SkuadBellingham & Mbappe kritik performa tim secara terbuka

Kritik Internal: Kualitas vs Keinginan

Bukan hanya suporter yang kecewa, internal tim pun mulai "panas". Jude Bellingham tanpa ragu menyebut performa tim di Lisbon sangat buruk. Sementara itu, Kylian Mbappe melontarkan pernyataan pedas bahwa kegagalan Madrid bukan soal taktik, melainkan soal "keinginan" atau passion di lapangan.

Arbeloa menanggapi hal ini dengan dewasa. Ia mengakui adanya masalah konsistensi dan mengakui bahwa dirinya sebagai pelatih masih sering melakukan kesalahan. Namun, ia pasang badan untuk para bintangnya seperti Vinicius Jr dan Bellingham yang sempat mendapat siulan dari fans. Menurutnya, menghakimi pemain terbaik saat tim terpuruk adalah jalan buntu.

udut Pandang SCORELINE:

Gue ngelihat Madrid musim ini kayak lagi main roller coaster. Di liga mereka sangat kompetitif, tapi di Eropa mereka kehilangan "magis" menit akhirnya—malah mereka yang kena comeback. Arbeloa bener, penyesalan itu jalan buntu. Masalah Madrid sekarang bukan soal siapa yang main, tapi soal gimana ego para megabintang ini bisa luntur demi kerja keras tim (seperti kata Mbappe). Kalau lawan Rayo Vallecano aja mereka masih "lemes", jangan kaget kalau siulan di Bernabeu bakal berubah jadi sorakan tuntutan ganti pelatih.

Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar