| Eberechi Eze dari Arsenal bereaksi dalam pertandingan Premier League antara Arsenal melawan Sunderland di London, Sabtu, 7 Februari 2026. (c) AP Photo/Kin Cheung |
SCORELINE - Ambisi Arsenal untuk menjauh dari kejaran rival di puncak klasemen Premier League menemui hambatan serius. Bertandang ke Gtech Community Stadium pada Jumat (13/2) dini hari WIB, The Gunners hanya mampu membawa pulang satu poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Brentford. Namun, hasil akhir bukan satu-satunya hal yang memicu perbincangan hangat, melainkan performa buruk Eberechi Eze.
Kritik Tajam untuk Sang Winger
Eberechi Eze, yang diharapkan menjadi pembeda sejak didatangkan Arsenal, justru tampil di bawah standar. Bermain sebagai starter, winger timnas Inggris ini seolah "menghilang" di lapangan hingga akhirnya ditarik keluar oleh Mikel Arteta tepat saat turun minum.
Mantan penyerang Inggris, Peter Crouch, memberikan ulasan yang sangat pedas melalui TNT Sports. Crouch tak ragu menyebut Eze sebagai "penumpang gelap" dalam laga tersebut.
"Eze tidak mampu menguasai bola atau menciptakan peluang. Dia tampak seperti penumpang. Kami bahkan sudah memprediksi dia akan diganti setelah laga berjalan setengah jam," cetus Crouch.
Baca Juga : Drama Transfer Barca vs PSG Berlanjut: Misi Balas Dendam Lewat Emmanuel Mbemba
Perbandingan dengan Martin Odegaard
Masalah Eze bukan hanya soal produktivitas—yang kini mencatatkan rekor buruk 16 laga tanpa gol—tetapi juga etos kerja dalam bertahan. Masuknya Martin Odegaard di babak kedua memperlihatkan perbedaan kualitas yang mencolok, terutama dalam urusan melakukan pressing dan menjaga struktur permainan.
Legenda Arsenal, Martin Keown, mengamini pendapat tersebut. Ia menilai Brentford sangat mendominasi di paruh pertama, dan Eze tampak kesulitan beradaptasi dengan intensitas tinggi yang diperagakan tuan rumah. Keputusan Arteta memasukkan Odegaard dianggap sebagai langkah logis untuk menyelamatkan permainan Arsenal.
Ancaman di Puncak Klasemen
Kegagalan meraih poin penuh ini menjadi kabar baik bagi Manchester City. Meski masih memimpin klasemen, margin keunggulan Arsenal kini menipis menjadi hanya empat poin. Di sisi lain, gol penyeimbang dari Keane Lewis-Potter membuat kubu Brentford merayakan poin krusial ini sebagai keberhasilan besar dalam menghadapi tim papan atas.
Sudut Pandang Scoreline (Analisis)
Masalah Eberechi Eze di Arsenal mulai terlihat seperti masalah sistemik. Eze adalah pemain yang terbiasa dengan kebebasan di Crystal Palace, namun di bawah asuhan Arteta, setiap pemain wajib patuh pada struktur pressing yang ketat. Ketidakmampuan Eze menyamai intensitas defensif Odegaard menjadikannya titik lemah yang mudah dieksploitasi oleh tim dengan fisik kuat seperti Brentford.
Jika Eze tidak segera memutus tren negatifnya (puasa gol sejak November), ia berisiko kehilangan tempat secara permanen di skuad inti. Bagi Arsenal, hasil imbang ini adalah alarm bahaya; kehilangan poin dalam laga derbi di fase krusial musim bisa menghancurkan momentum juara jika tidak segera diperbaiki di laga berikutnya.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar