| Pebulu tangkis tunggal putri Putri Kusuma Wardani melenggang ke babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2026, Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Januari 2026. |
SCORELINE - Jakarta – Putri Kusuma Wardani kini menjadi tumpuan utama Indonesia di sektor tunggal putri pada Indonesia Masters 2026. Sebagai satu-satunya wakil tuan rumah yang masih bertahan, Putri membawa harapan besar publik Istora untuk melihat bendera Merah Putih berkibar di podium juara.
Langkah awalnya pun berjalan meyakinkan. Tampil di hadapan pendukung sendiri di Istora Senayan, Rabu (21/1/2026), Putri menunjukkan permainan solid saat menghadapi pebulu tangkis Taiwan, Sung Shuo Yun. Tanpa kehilangan gim, ia mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor kembar 21-15, 21-15.
Hasil tersebut memastikan Putri melaju ke babak kedua sekaligus menambah kepercayaan diri sang juara Korea Masters 2024. Dukungan publik dan kemenangan di laga pembuka menjadi suntikan motivasi penting untuk menatap tantangan berikutnya.
Meski peluang terbuka lebar, Putri memilih tetap membumi. Ia menyadari perjalanan menuju gelar masih panjang dan penuh rintangan.
“Kalau momentum, pasti ada harapan untuk bisa juara di sini,” ujar Putri kepada wartawan usai pertandingan. “Tapi saya ingin fokus satu laga ke laga, tidak mau terlalu jauh berpikir.”
Dengan mental tenang dan performa yang terus menanjak, Putri berharap bisa menjaga konsistensi dan melangkah sejauh mungkin di turnamen Super 500 ini—demi memenuhi ekspektasi publik Istora dan membuktikan kapasitasnya di level internasional.
Kewaspadaan Putri Kusuma Wardani bukan tanpa alasan. Meski beberapa nama besar tunggal putri dunia—termasuk An Se-young—tidak ambil bagian di Indonesia Masters 2026, peta persaingan tetap ia nilai sangat terbuka dan kompetitif.
Putri menegaskan tidak ada ruang untuk meremehkan lawan, siapa pun yang berdiri di seberang net. Baginya, setiap pemain memiliki peluang yang sama untuk menciptakan kejutan.
“Setiap pertandingan itu enggak boleh meremehkan juga, baik yang peringkatnya di bawah saya maupun yang setara,” ujar Putri dengan nada tegas.
Menyoal laga pembuka melawan Sung Shuo Yun, Putri mengaku cukup puas dengan penampilan yang ia tunjukkan. Ia berhasil menerapkan strategi permainan sesuai rencana sejak awal pertandingan, meski masih menemukan beberapa catatan teknis yang perlu dibenahi.
Putri juga memberi kredit khusus kepada lawannya. Menurutnya, permainan Sung menunjukkan perkembangan signifikan dibanding pertemuan terakhir mereka di Australia Open.
“Permainannya sekarang lebih rapi dan berani,” ungkap Putri, menandakan bahwa tantangan di Indonesia Masters 2026 akan semakin berat seiring berjalannya turnamen.
Dengan pendekatan realistis dan fokus penuh di setiap laga, Putri berharap bisa menjaga konsistensi performa dan terus melangkah lebih jauh di hadapan publik Istora.
Putri Kusuma Wardani mengakui lawannya dari Taiwan tampil sangat disiplin dan sulit ditembus. Pertahanan rapat yang diperagakan Sung Shuo Yun membuat Putri harus bekerja ekstra sepanjang pertandingan.
Menurut Putri, meski mampu mengontrol jalannya laga, ia masih melakukan cukup banyak kesalahan sendiri, baik di gim pertama maupun gim kedua.
“Hari ini menurutku dia bermain dengan sangat rapi. Di gim pertama dan kedua aku masih banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Putri seusai pertandingan.
Sementara itu, pelatih tunggal putri Indonesia Imam Tohari menilai performa Putri sepanjang musim 2025 menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia menyebut progres Putri sudah berada di jalur yang tepat, terutama dari penampilan konsisten di Hylo Open dan Australian Open.
Capaian Putri yang berhasil menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia di World Tour Finals (WTF) 2025 turut mendapat sorotan positif. Imam menilai pengalaman bersaing di level delapan besar dunia menjadi modal penting untuk musim berikutnya.
“Saya cuma pesan ke Putri, ini kesempatan besar. Pasti akan ketemu pemain ranking satu, dua, atau tiga. Di beregu saja dia bisa main tiga kali, dan itu jadi modal kuat buat tahun depan,” kata Imam.
Dengan bekal pengalaman dan mental bertanding di level elite, Putri diharapkan mampu menjaga konsistensi sekaligus melangkah lebih jauh di turnamen-turnamen besar ke depan, termasuk Indonesia Masters 2026.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar