-->

Barcelona Lolos Otomatis, Gavi Tertangkap Kamera 'Ejek' Real Madrid yang Terlempar ke Babak Play-off!

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan Liga Champions, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

SCORELINE - Barcelona sukses memastikan diri lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 setelah melibas FC Copenhagen dengan skor telak 4-1 di Spotify Camp Nou, Kamis (29/1/2026). Kemenangan ini membuat Blaugrana finis di posisi 8 besar fase liga, posisi aman yang menghindarkan mereka dari babak play-off.

Ironisnya, di saat Barcelona berpesta, sang rival abadi, Real Madrid, justru harus gigit jari. Kekalahan menyakitkan 2-4 dari Benfica membuat Los Blancos finis tepat satu tingkat di bawah Barcelona. Akibatnya, Madrid terpaksa harus berjuang ekstra keras melalui jalur play-off demi menyambung nyawa di kompetisi tertinggi Eropa ini.

👉Barcelona Lolos Otomatis ke 16 Besar! Lamine Yamal dan Rashford Jadi Bintang Saat Hajar Copenhagen 4-1.

👉Revolusi Lini Tengah Milan: Incar Leon Goretzka dan Siapkan 'Karpet Merah' untuk Mateo Kovacic.

Aksi 'Troll' Gavi kepada Los Blancos

Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Armando Franca

Momen yang menjadi viral justru terjadi di luar lapangan. Gavi, yang tengah absen karena cedera, tertangkap kamera Movistar berlari ke arah Lamine Yamal sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Gelandang energik itu tampak menunjukkan layar ponselnya kepada Yamal dengan wajah penuh tawa.

Meski tidak terlihat jelas, banyak spekulasi menyebut Gavi sedang memperlihatkan skor kekalahan Madrid di Lisbon. Reaksi tawa lepas keduanya seolah menjadi sindiran halus bahwa kini "kekuasaan" di Eropa sedang berpihak ke Catalonia.

Kebebasan Lamine Yamal di UCL

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Copenhagen, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Di balik drama sindiran tersebut, Lamine Yamal kembali membuktikan kualitasnya. Dinobatkan sebagai Man of the Match, remaja 17 tahun ini mengaku sangat menikmati atmosfer Liga Champions.

"Di Liga Champions saya merasa lebih bebas dan bahagia. Situasi satu lawan satu memberi saya ruang untuk berekspresi," ujar Yamal. Dengan ambisi memutus puasa gelar UCL selama 11 tahun, performa konsisten Yamal jelas menjadi tumpuan utama pelatih Barcelona.

👉Tahta Puncak Bergolak! Update Klasemen BRI Super League Januari 2026: Persib Bandung Kudeta Borneo FC!

👉Taktik "Hit and Run" Sempurna: Persebaya Hancurkan PSIM 3-0 di Sultan Agung

Sudut Pandang Scoreline (Opini Pribadi):

"Menurut gue, rivalitas Barca dan Madrid musim ini makin seru karena bukan cuma soal taktik, tapi soal mental. Gavi memang dikenal sebagai pemain yang 'darah panas' dan sangat mencintai Barca, jadi aksi ngetroll ini bener-bener bumbu yang bikin persaingan El Clasico makin hidup. Tapi Barcelona jangan jemawa dulu, karena Real Madrid biasanya punya mental 'kucing nyawa sembilan' kalau sudah masuk fase gugur, biarpun harus lewat play-off dulu."

Bagaimana reaksi Anda?

Posting Komentar

0 Komentar