| Mikel Arteta larut dalam selebrasi bersama para pemain Arsenal usai meraih kemenangan atas Everton di laga Liga Inggris, Minggu (21/12/2025). (c) AP Photo/Ian Hodgson |
NAWGOAL - Duel panas Derby London bakal menutup rangkaian perempat final Carabao Cup 2025/2026. Arsenal dijadwalkan menjamu Crystal Palace di Emirates Stadium, Rabu, 24 Desember 2025, kick-off pukul 03.00 WIB, dengan siaran langsung melalui Vidio.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Bagi Arsenal, ini kesempatan emas membuka jalan menuju Wembley—sebuah target yang lama dinanti, mengingat trofi EFL Cup terakhir mereka angkat pada 1993. Di bawah arahan Mikel Arteta, ambisi itu terasa nyata. The Gunners melaju ke delapan besar dengan menyingkirkan Port Vale dan Brighton, sambil menunjukkan kedewasaan permainan.
Kedalaman skuad menjadi senjata utama Arsenal musim ini. Meski badai cedera belum sepenuhnya reda, Arteta masih punya banyak opsi untuk menjaga intensitas. Modal performa juga meyakinkan: kemenangan tipis 1-0 di markas Everton menempatkan Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris jelang Natal, sekaligus memperpanjang catatan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Faktor kandang makin mempertebal kepercayaan diri tuan rumah. Dari 12 laga di Emirates musim ini, 11 berakhir dengan kemenangan—sembilan di antaranya diraih secara beruntun. Statistik ini jelas memberi tekanan psikologis bagi siapa pun yang datang bertamu.
Di kubu seberang, Crystal Palace membawa cerita kontras. Mereka tampil berani di Carabao Cup dengan menyingkirkan Millwall dan Liverpool, bahkan mencatat kemenangan telak 3-0 atas The Reds dengan komposisi nyaris penuh. Hasil-hasil itu menjaga peluang Palace menambah koleksi trofi setelah sukses dalam 12 bulan terakhir.
Namun, grafik performa Palace belakangan menurun. Padatnya jadwal domestik dan Eropa mulai terasa. Tim asuhan Oliver Glasner gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir di semua ajang, menelan dua kekalahan beruntun di Liga Inggris dan kebobolan sembilan gol. Kekalahan 1-4 dari Leeds United akhir pekan lalu menyorot rapuhnya transisi bertahan—sebuah celah yang berbahaya saat berhadapan dengan Arsenal yang klinis memanfaatkan ruang.
Sejarah pertemuan pun kurang bersahabat bagi Palace. Musim lalu, Arsenal menyingkirkan lawan yang sama di fase perempat final Carabao Cup dengan skor 3-2—hasil yang masih membekas dan berpotensi memanaskan atmosfer laga kali ini.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar