| Selebrasi Viktor Gyoekeres setelah Georginio Rutter mencetak gol bunuh diri dalam laga Liga Inggris antara Arsenal vs Brighton di Emirates Stadiu, 27 Desember 2025 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth |
SCORELINE - Kedatangan Viktor Gyokeres ke Arsenal pada musim panas lalu disambut dengan harapan besar. Striker asal Swedia itu diharapkan menjadi elemen penting yang akan membantu The Gunners mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar Premier League.
Namun, sejauh ini, performa Gyokeres belum memenuhi ekspektasi yang tinggi. Ketajamannya yang pernah terlihat di level sebelumnya belum dapat dipertahankan secara konsisten di Inggris, sehingga memunculkan berbagai spekulasi tentang kekurangan dalam permainannya.
Gary Lineker pun memberikan pandangannya mengenai situasi ini. Ia percaya ada pelajaran berharga yang dapat dipelajari Gyokeres dari striker lain yang saat ini tengah menunjukkan performa impresif di liga.
Saran Lineker untuk Viktor Gyokeres
| Duel Viktor Gyokeres dan Emmanuel Agbadou di laga Arsenal vs Wolverhampton (c) AP Photo/Richard Pelham |
Viktor Gyokeres datang ke Arsenal dengan reputasi yang sangat menjanjikan setelah mencetak 97 gol dari 102 penampilan bersama Sporting. Dengan harga transfer sekitar 64 juta pounds, banyak yang berharap Gyokeres bisa menjadi penyerang yang menentukan di Premier League. Namun, sejauh ini, ia baru mencetak lima gol dari 15 laga di liga.
Meski begitu, pelatih Mikel Arteta tetap menunjukkan dukungannya kepada penyerang berusia 27 tahun ini. Arteta yakin bahwa Gyokeres memiliki potensi untuk berkembang dan menemukan performa terbaiknya di Arsenal.
Gary Lineker, yang kini beralih menjadi pengamat sepak bola, memberikan pandangannya mengenai masalah utama Gyokeres. Menurut Lineker, pergerakan Gyokeres di dalam kotak penalti menjadi titik lemah dalam permainannya. Ia menilai bahwa Gyokeres terlalu banyak menunggu bola datang, alih-alih mengambil risiko dan bergerak lebih awal.
“Saya sudah mengamati dia dengan cukup saksama dalam beberapa pekan terakhir, dan saya rasa dia seperti kebanyakan penyerang, menunggu untuk melihat ke mana bola akan diarahkan, menunggu sampai bola disilangkan baru kemudian menyerang ruang," kata Lineker dalam podcast The Rest is Football.
“Sebagai penyerang, Anda harus lebih berani mengambil keputusan tentang ke mana bola mungkin akan datang dan bergerak tepat saat umpan silang akan dilepaskan. Dengan cara itu, Anda akan lebih cepat dari bek. Banyak kali bola memang tidak datang ke sana, tetapi saya jarang melihat dia melakukan itu," tambah Lineker.
Contoh Dominic Calvert Lewin dan Dampaknya
Sebagai perbandingan, Lineker menyebutkan Dominic Calvert-Lewin dari Leeds United sebagai contoh ideal penyerang yang selalu aktif membaca peluang di kotak penalti. Menurut Lineker, Calvert-Lewin menunjukkan kemampuan itu dengan sangat baik dalam pertandingan melawan Sunderland.
“Dominic Calvert-Lewin memberikan contoh sempurna saat mencetak gol melawan Sunderland. Dia tidak menunggu untuk melihat ke mana bola akan pergi,” ujar Lineker.
“Dia bergerak ke kanan, menarik diri dari penjagaan, lalu berlari menuju tiang dekat dan berharap bola dikirim ke sana, dan ternyata itulah yang terjadi.”
Lineker menambahkan bahwa tindakan seperti itu jarang terlihat dari Gyokeres saat ini. “Pemain yang mencetak gol dalam jumlah besar akan melakukan hal seperti itu,” tambahnya.
Referensi Para Penyerang Top
Lineker kemudian menyinggung beberapa nama penyerang elite sebagai referensi untuk Gyokeres. Ia menyebut Erling Haaland, Harry Kane, dan Robert Lewandowski sebagai contoh pemain yang sangat paham cara menyerang ruang dengan peluang tertinggi.
“Apakah itu sesuatu yang bisa dipelajari? Saya selalu berpikir iya, karena sebenarnya ini soal akal sehat dan hukum probabilitas ketika Anda memikirkannya,” kata Lineker menutup pembicaraan.
Sementara itu, Dominic Calvert-Lewin memang sedang menjalani periode yang sangat produktif, dengan mencetak gol dalam enam laga liga berturut-turut. Semua delapan golnya musim ini tercipta dari dalam kotak penalti, seiring dengan kebangkitan Leeds United yang kini menjauh dari zona degradasi.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar