Carlos Augusto berduel pemain Bodo/Glimt, Kasper Hogh dan Ole Didrik Blomberg dalam pertandingan Liga Champions, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

 SCORELINE - Hasil mengejutkan mewarnai leg pertama babak playoff Liga Champions 2025/2026. Raksasa Italia sekaligus pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan, harus pulang dengan tangan hampa setelah dilibas tuan rumah Bodo/Glimt dengan skor meyakinkan 3-1. Kekalahan ini menempatkan Nerazzurri dalam posisi terjepit jelang laga penentuan di Milan pekan depan.

Sempat Mengimbangi, Kehilangan Intensitas 

Pertandingan sebenarnya berjalan seimbang di awal. Tuan rumah unggul lebih dulu lewat Sondre Fet, namun Francesco Pio Esposito menunjukkan sinarnya dengan mencetak gol penyama kedudukan sebelum babak pertama usai. Sayangnya, performa menjanjikan ini tidak berlanjut di babak kedua.

Skuat asuhan Cristian Chivu tampak kesulitan beradaptasi dengan lapangan sintetis dan suhu dingin ekstrem Norwegia. Akibatnya, intensitas permainan Inter menurun drastis. Momentum ini dimanfaatkan dengan apik oleh eks pemain AC Milan, Jens Petter Hauge, dan Kasper Hogh yang masing-masing menyumbang gol untuk mengunci kemenangan 3-1 bagi Bodo/Glimt.

Baca Juga : Badai Cedera Hantam Milan: Pulisic Diragukan Tampil, Luka Modric Siap Jadi Jenderal Lini Tengah.

Baca Juga : Kemenangan Pahit di GBLA: Persib Bungkam Ratchaburi 1-0 tapi Gagal Melaju ke Perempat Final ACL 2.

Petaka Lautaro Martinez dan Jadwal Padat 

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan dengan kabar cederanya sang kapten, Lautaro Martinez. Striker asal Argentina itu ditarik keluar karena masalah otot, yang memicu kekhawatiran besar di kubu Inter. Padahal, Inter masih harus melawat ke markas Lecce di Serie A sebelum melakoni leg kedua yang krusial Selasa mendatang.

Di tengah duka ini, ada sedikit pelipur lara dari kompetisi domestik. Rival sekota mereka, AC Milan, tertahan imbang oleh Como, sehingga Inter masih memegang keunggulan tujuh poin di klasemen Serie A menjelang Derby della Madonnina.

Misi Berat di San Siro 

Inter Milan kini tidak punya pilihan selain menang dengan selisih minimal dua gol pada leg kedua jika ingin menjaga asa lolos. Kemenangan dengan selisih satu gol atau hasil seri dipastikan akan membuat finalis Liga Champions 2025 ini tersingkir lebih awal. Cristian Chivu dituntut untuk mengembalikan mentalitas pemenang timnya dan membuktikan bahwa kekalahan di Norwegia hanyalah sebuah kecelakaan taktis.


Sudut Pandang Scoreline

Kekalahan Inter dari Bodo/Glimt adalah alarm keras bagi Cristian Chivu. Meremehkan lawan dengan melakukan rotasi besar-besaran di kandang tim pembunuh raksasa adalah blunder taktik yang fatal. Lapangan sintetis bukan alasan bagi tim sekaliber Inter untuk tampil "setengah hati" di babak kedua. Jika Lautaro Martinez benar-benar harus menepi, Inter kehilangan bukan hanya mesin gol, tapi juga kepemimpinan di lapangan. San Siro harus menjadi "neraka" bagi Bodo/Glimt pekan depan, atau Inter harus rela melepas mimpi Eropanya lebih awal.

Bagaimana reaksi Anda?