| Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa saat melawan Benfica di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Armando Franca |
SCORELINE — Kursi pelatih Real Madrid tampaknya mulai terasa panas bagi Alvaro Arbeloa. Meski baru seumur jagung memimpin Los Blancos, eks bek legendaris ini dikabarkan sudah mendapatkan "surat cinta" berupa peringatan keras dari petinggi klub terkait keputusan taktisnya di lapangan.
Manajemen Real Madrid dilaporkan merasa frustrasi dengan metode kepemimpinan Arbeloa. Kabar yang beredar melalui media Spanyol menyebutkan bahwa hierarki klub mulai meragukan visi sang pelatih yang dinilai terlalu berisiko dan bisa merusak stabilitas tim.
Eksperimen Posisi yang Membingungkan
Isu utama yang memicu kemarahan manajemen adalah hobi Arbeloa melakukan eksperimen posisi pemain secara ekstrem. Laporan dari Cadena Cope mengungkapkan bahwa petinggi klub resah dengan rotasi posisi yang konstan dan tidak perlu.
Beberapa pemain bintang kerap dipaksa bermain di luar posisi aslinya, yang justru dianggap tidak efektif dan membuat bingung para pemain di lapangan. Situasi ruang ganti pun dikabarkan belum sepenuhnya solid, meski Arbeloa terus berusaha mengambil hati skuad dengan memuji pemain kunci seperti Vinicius Junior serta menunjukkan loyalitasnya kepada Presiden Florentino Perez.
Kasus Camavinga dan Intervensi Sang Presiden
Blunder paling nyata yang disorot manajemen adalah nasib Eduardo Camavinga. Dalam laga melawan Rayo Vallecano pekan lalu, gelandang berbakat Prancis itu kembali "dipaksa" menjadi bek kiri. Keputusan ini memicu tanda tanya besar karena di bangku cadangan masih ada Fran Garcia dan Alvaro Carreras yang merupakan bek kiri murni.
Ketegangan ini mencapai puncaknya hingga memaksa Florentino Perez turun tangan langsung. Sang Presiden dilaporkan memblokir kepindahan Fran Garcia ke Bournemouth di detik-detik terakhir bursa transfer, meskipun sang pemain sudah berpamitan dengan rekan setimnya. Perez khawatir kedalaman skuad di sektor kiri akan hancur jika Arbeloa terus memaksakan pemain non-spesialis di posisi tersebut, sementara Ferland Mendy masih sering menepi karena cedera.
Sudut Pandang SCORELINE
Menurut SCORELINE, Arbeloa sepertinya sedang mencoba menunjukkan identitas taktisnya sendiri agar tidak dianggap sebagai bayang-bayang pelatih sebelumnya. Namun, di Real Madrid, hasil bagus saja tidak cukup jika identitas pemain bintang "dikorbankan" tanpa alasan yang jelas.
Memainkan Camavinga sebagai bek kiri adalah langkah darurat yang sudah sering dikritik di era Ancelotti, dan melihat Arbeloa mengulanginya saat bek murni tersedia adalah sebuah kemunduran. Intervensi Florentino Perez adalah sinyal kuning—atau bahkan hampir merah—bahwa manajemen tidak akan membiarkan aset mahal mereka dimainkan di posisi yang tidak semestinya hanya untuk sebuah eksperimen.
Bagaimana reaksi Anda?
0 Komentar