David Alaba, beraksi dalam pertandingan La Liga melawan Atletico Madrid, Minggu (24/9/2023). (c) AP Photo/Manu Fernandez

SCORELINE - Era keemasan David Alaba bersama Real Madrid segera menemui titik akhir. Bek veteran asal Austria tersebut dipastikan akan meninggalkan Santiago Bernabeu pada bursa transfer musim panas mendatang setelah manajemen klub memutuskan untuk tidak memperbarui kontraknya yang habis pada Juni 2026.

Cedera ACL Jadi Titik Balik 

Perjalanan Alaba yang dimulai sejak kepindahannya secara cuma-cuma dari Bayern Munchen pada 2021 harus terhambat oleh faktor medis. Cedera ACL parah yang dideritanya pada akhir 2023 menjadi awal dari merosotnya performa sang pemain. Sejak saat itu, Alaba kesulitan menemukan kembali ritme permainan terbaiknya dan lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan atau bangku cadangan.

Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa manajemen Los Blancos sudah sepakat secara bulat untuk membiarkan kontrak Alaba kedaluwarsa. Dengan total 126 penampilan, Alaba akan menutup buku kariernya di Madrid sebagai pemain yang pernah menjadi pilar penting di lini belakang.

Baca Juga : Misi Bangkit Inter di Markas Lecce: Mampukah Lapis Kedua Cristian Chivu Jaga Jarak di Puncak Klasemen?

Baca Juga : Pengganti Mo Salah? Liverpool Ikut Berburu Mateus Mane, Siap Adu Mekanik dengan Manchester United.

Hierarki Baru di Bawah Alvaro Arbeloa 

Di bawah kepemimpinan pelatih Alvaro Arbeloa, wajah lini pertahanan Madrid kini telah berubah. Alaba bukan lagi pilihan utama dan tergeser ke urutan terbawah dalam hierarki bek tengah.

Pilar Utama: Antonio Rudiger tetap menjadi tembok yang tak tergantikan.

Darah Muda: Arbeloa lebih memprioritaskan talenta muda seperti Dean Huijsen dan Raul Asencio yang dinilai lebih bertenaga dan fit secara fisik.

Visi Masa Depan: Memaksimalkan La Fabrica 

Alih-alih mendatangkan bintang mahal dengan harga selangit, Real Madrid nampaknya ingin kembali ke akar mereka. Kepergian Alaba akan membuka ruang bagi talenta akademi, Jacobo Ramon. Lulusan La Fabrica ini diproyeksikan akan naik kelas ke tim utama untuk menjaga kedalaman skuad. Langkah ini sejalan dengan ambisi klub untuk membangun fondasi jangka panjang dengan mengandalkan pemain muda potensial.


Sudut Pandang Scoreline

Kepergian David Alaba adalah keputusan yang logis namun pahit bagi Real Madrid. Secara finansial, melepas pemain dengan gaji tinggi yang rentan cedera adalah langkah cerdas untuk menyeimbangkan neraca klub. Namun secara teknis, Madrid kehilangan sosok pemimpin berpengalaman. Keberanian Arbeloa untuk mengandalkan Jacobo Ramon dan bek muda lainnya menunjukkan bahwa Madrid benar-benar sedang melakukan transformasi total. Jika para pemain muda ini gagal matang tepat waktu, Madrid berisiko kehilangan stabilitas di kompetisi besar musim depan.

Bagaimana reaksi Anda?