Pemain Persib Bandung merayakan gol Ramon Tanque pada laga pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026 lawan Bhayangkara FC (c) Dok. Persib Bandung

 SCORELINE - Laga antara Persik Kediri dan Persib Bandung di pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 dipastikan menjadi salah satu pertandingan yang dinantikan banyak pihak, terutama oleh suporter Persik di Kediri. Namun, meski pertandingan ini memiliki daya tarik besar, terdapat kabar yang cukup mengecewakan terkait pembatasan kuota penonton.

Laga yang dijadwalkan pada Senin (5/1/2026) ini seharusnya menjadi pertandingan penting di Liga 1. Persib Bandung, sebagai juara bertahan, tentu saja memiliki pengaruh besar, sementara Persik Kediri sangat membutuhkan dukungan penuh dari suporter untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Namun, meskipun semangat suporter sangat tinggi, keinginan untuk memenuhi Stadion Brawijaya harus ditunda. Panitia pelaksana pertandingan hanya diberikan izin untuk menjual tiga ribu tiket, jauh dari kapasitas stadion yang bisa menampung lebih banyak penonton.

Kuota Terbatas di Laga Kategori Big Match

Selebrasi pemain-pemain Persik Kediri dalam sebuah laga di BRI Super League 2025/26 (c) ileague.id

Jumlah tiket yang dijual untuk laga ini menurun drastis dibandingkan dengan pertandingan kandang Persik sebelumnya. Saat menghadapi Semen Padang, kuota penonton masih mencapai lima ribu tiket, namun kali ini hanya tiga ribu tiket yang tersedia.

Dengan kapasitas Stadion Brawijaya yang mencapai sekitar 12 ribu penonton, hanya sekitar seperempat dari kapasitas tersebut yang diizinkan untuk hadir. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi atmosfer pertandingan yang diharapkan bisa semeriah laga besar pada umumnya.

Pembatasan jumlah penonton ini tidak diambil secara sepihak, melainkan setelah adanya koordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan kelancaran dan ketertiban pertandingan.

Keputusan ini menimbulkan dilema bagi suporter. Di satu sisi, mereka harus menerima kenyataan bahwa dukungan langsung mereka berkurang, namun di sisi lain, aspek keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama.

“Jumlah tiga ribu tiket ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi bersama Polres Kediri Kota. Ada banyak pertimbangan yang dilakukan sebelum kuota ini diputuskan, dan kami harus mematuhi kesepakatan tersebut. Kami tentu menyayangkan, mengingat ini adalah laga yang masuk dalam kategori big match,” jelas Ketua Panpel Persik, Tri Widodo.


Daya Tarik Persib Tetap Tinggi

Starting XI Persib Bandung pada matchday ke-6 AFC Champions League 2025/2026 lawan Bangkok United (c) Dok. Persib Bandung

Meskipun tiket terbatas, minat publik terhadap laga Persik vs Persib tetap sangat tinggi. Persib Bandung masih menjadi daya tarik utama bagi penggemar sepak bola Indonesia, dan status mereka sebagai juara bertahan back-to-back semakin menambah gengsi laga ini. Kehadiran sejumlah pemain bintang semakin memperkuat tensi pertandingan.

"Antusiasme penonton sangat tinggi karena mereka ingin melihat langsung pemain Timnas Indonesia seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui televisi. Selain itu, laga ini semakin menarik karena Persib sedang bersaing untuk mempertahankan gelar juara musim ini," ungkap Tri Widodo, Ketua Panpel Persik.

Panitia pelaksana memilih untuk bersikap realistis dalam situasi ini. Mereka menyadari pentingnya kelancaran pertandingan dan keselamatan semua pihak yang terlibat lebih utama daripada memaksakan jumlah penonton yang lebih banyak.

"Yang terpenting bagi kami adalah pertandingan bisa berjalan lancar. Untuk tim, target utamanya adalah meraih kemenangan agar posisi Persik di klasemen sementara bisa naik," lanjut Tri Widodo.

Meski jumlah penonton terbatas di Stadion Brawijaya, Persik dituntut untuk memanfaatkan dukungan dari Persikmania yang hadir. Sementara itu, Persib datang dengan ambisi besar untuk mempertahankan supremasi mereka. Laga ini tetap menjanjikan tensi tinggi meskipun tribune stadion tidak terisi penuh.

Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Gregah Nurikhsani, 3 Januari 2026.

Bagaimana reaksi Anda?